Para sahabatku yang baik, kalau teman memberi anda bibit bunga,
janganlah kamu buang tapi tanamlah dan kelak ia akan memberi aroma
semerbak bagi sekelilingnya.
Kalau ada yang memberi anda lampu, pasanglah karena ia kelak akan memberi cahaya dalam kegelapan.
Dan kalau orang lain mengasihimu, bagi dan teruskanlah kasih itu dan kelak kamu akan menjadi berkat bagi orang lain.
Bunga itu beraroma bukan hanya untuk dirinya tetapi bagi siapa saja.
Cahaya itu itu memberi terang jelas juga bukan untuk dirinya tetapi
untuk kita. Dan kasih itu akan berbuah kalau kita share kepada orang
lain. Karena itu Yesus mengatakan, buluh yang terkulai janganlah
dipatahkan dan cahaya yang berkedip kedip (redup) janganlah dipadamkan
(Matius 12:20).
Jadikanlah hari-harimu menjadi bingkai hidup
yang berguna untuk dirimu, keluarga dan juga sesama. Kita dipanggil
membangun lingkaran hidup yang sempurna. Maka, sekali lagi jadilah
menjadi berkat bagi siapa saja. Menjadi berkat lewat perkataan dan
perbuatan. Hendaklah yang keluar dari mulut kita adalah sapaan indah,
damai, teduh, membangun dan menyejukkan dan bukan sebaliknya, pedas,
menyakitkan, menyinggung, gossip, fitnah apalagi kutuk.
Hendaknya kita hadir sebagai sahabat dan saudara untuk membuat hidup itu
lebih indah, dan bukan sebagai orang asing apalagi musuh yang membuat
hidup makin terasing dan gersang.
Kalau kamu tidak bisa menghibur orang lain janganlah kamu membuatnya bersedih.
Kalau kamu belum mampu membuat orang lain tertawa janganlah membuatnya menangis.
Dan kalau tidak mampu menjadi sahabat bagi orang lain janganlah menjadi musuh yang menjadi batu sandungan untuknya.
"Yesus mengatakan, “Siapa yang melakukan kehendak bapaKu, mereka adalah
sahabat, saudara dan bahkan keluargaKu." (Matius 12:50).

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti
menciptakan seorang perempuan yang sangat cantik dan sempurna pula untuk
jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya.
Kemudian sampailah ia di sebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani
yang memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki
tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini
salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.
Sang
Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki
setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika
pulang, ia berkata kepada bapak Petani, "Anak pertama bapak memiliki
satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol
kanan."
Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan
ketika pulang dia berkata, "Anak kedua bapak juga punya cacat yang
sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."
Akhirnya pergilah
ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi
Petani dan berkata, "Inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar
sempurna."
Lalu menikahlah si Lelaki dengan anak ketiga Petani
tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh
kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya.
Ketika si anak lahir, ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya
sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya, "Kenapa bisa
terjadi seperti ini, Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, kenapa anak
saya bisa sejelek itu...?"
Petani menjawab, "Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu ia sudah hamil duluan....."
Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian
kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala
sesuatunya akan terasa istimewa. Amin.
TUHAN YESUS Memberkati..
